Judul : Polda Klarifikasi Luhut Bukan Penyusup dan Jenderal Gadungan, Ia Diamankan Karena Salah Kostum.
link : Polda Klarifikasi Luhut Bukan Penyusup dan Jenderal Gadungan, Ia Diamankan Karena Salah Kostum.
Polda Klarifikasi Luhut Bukan Penyusup dan Jenderal Gadungan, Ia Diamankan Karena Salah Kostum.
SALAMBAGI.COM - Setelah sebelumnya di beritakan di berbagai media masa akhirnya Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiono klarifikasi menyangkut Luhut Panjaitan,

Brigjen tituler Luhut Panjaitan dipastikan bukan penyusup maupun jenderal gadungan seperti yang di beritakan di berbagai media masa. Dia diundang hadir ke Istana dalam rangka perayaan HUT RI. Hanya saja, dia tidak tahu bahwa seragamnya tidak tepat.
"Dia masuk ke tenda kehormatan karena memiliki undangan resmi yang dikeluarkan Istana Negara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiono dalam keterangannya.
Awi menambahkan, Luhut mengenakan baju dinas Polri berpangkat bintang satu karena tidak tahu bahwa baju tersebut hanya digunakan pada saat menerima penghargaan saja. Tidak bisa dipakai untuk kegiatan lain.
Luhut dijadikan warga kehormatan Brimob atas jasanya sebagai ajudan sekaligus perawat Komjen M Jasin yang juga pendiri Brimob. Penghargaan itu diketok Kakor Brimob Polri
Pada pemberitaan sebelumnya Luhut Panjaitan di beritakan oleh berbagai media sebagai penyusup ada pula yang menyebutkan bahwa ia jenderal gadungan.
“MENYELINAP DI ISTANA, 'LUHUT PANJAITAN' DITANGKAP PASPAMPRES”
Pasukan Pengaman Presiden menangkap basah seorang lelaki bernama Luhut Panjaitan karena menyelinap masuk Istana Kepresidenan. Luhut mencoba masuk areal Istana tanpa undangan upacara peringatan HUT ke-71 RI, Rabu, 17 Agustus 2016.
Meski namanya Luhut Panjaitan, lelaki ini bukan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim. Ia adalah Luhut L. Panjaitan. "Saya anak angkat Jenderal Yasin, anggota kehormatan Brimob," klaim Luhut di pos Paspampres dekat Istana Merdeka.
Berdasarkan pantauan T***o, Luhut tampak mondar-mandir dan sempat melarang wartawan mengambil foto dirinya. Ia seolah gelisah dan panik saat ditangkap Pasukan Pengaman Presiden.
Berdasarkan keterangan Pasukan Pengaman Presiden, Luhut mencoba menyelinap di antara para tamu. Ia mengenakan pakaian dinas jenderal polisi bintang 1. Namun, ia tidak mengenakan topi dinas polisi, melainkan baret. Itu pun bukan baret Brimob yang berwarna biru.
Seorang saksi mengatakan Luhut tertangkap saat berada di dekat tenda tamu dekat Istana Merdeka. Adapun yang mengamankan lelaki itu pertama kali adalah asisten pribadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Ia sempat bolak-balik, mencoba menghindar," ujar salah satu awak media yang melihat langsung kejadian itu.
Meski ada kejadian itu, prosesi upacara tetap berlanjut.

“ MENYUSUP KE BARISAN UNDANGAN UPACARA DI ISTANA, JENDERAL GADUNGAN DIAMANKAN ”
Seorang jenderal polisi gadungan berpangkat Brigjen diamankan Paspampres. Sebabnya, polisi gadungan itu menyusup ke barisan undangan di Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka.
Awalnya, pria yang berperawakan gempal itu datang ke Istana Merdeka dengan mengenakan atribut lengkap, Rabu (17/8/2016). Dia mengenakan seragam polisi dengan pangkat bintang satu dan juga baret brimob warna biru. Di dadanya, tertulis nama Luhut L Panjaitan.
Luhut sudah berhasil masuk ke barisan tamu undangan. Namun tak lama kemudian, Paspampres langsung menghampirinya.
Paspampres menanyakan undangan dan identitas Luhut. Ternyata, Luhut tak mempunyai undangan untuk menghadiri upacara. Dia pun tak memiliki kartu keanggotaan polisi.
Paspampres langsung menggelandang Luhut ke sebuah tenda yang berada di belakang Istana Merdeka. Pemeriksaan intensif langsung dilakukan.
"Saya ini warga kehormatan. Saya anak angkat Jenderal Yasin," kata Luhut setengah berteriak sebelum diperiksa Paspampres.

Brigjen tituler Luhut Panjaitan dipastikan bukan penyusup maupun jenderal gadungan seperti yang di beritakan di berbagai media masa. Dia diundang hadir ke Istana dalam rangka perayaan HUT RI. Hanya saja, dia tidak tahu bahwa seragamnya tidak tepat.
"Dia masuk ke tenda kehormatan karena memiliki undangan resmi yang dikeluarkan Istana Negara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiono dalam keterangannya.
Awi menambahkan, Luhut mengenakan baju dinas Polri berpangkat bintang satu karena tidak tahu bahwa baju tersebut hanya digunakan pada saat menerima penghargaan saja. Tidak bisa dipakai untuk kegiatan lain.
Luhut dijadikan warga kehormatan Brimob atas jasanya sebagai ajudan sekaligus perawat Komjen M Jasin yang juga pendiri Brimob. Penghargaan itu diketok Kakor Brimob Polri
Pada pemberitaan sebelumnya Luhut Panjaitan di beritakan oleh berbagai media sebagai penyusup ada pula yang menyebutkan bahwa ia jenderal gadungan.
“MENYELINAP DI ISTANA, 'LUHUT PANJAITAN' DITANGKAP PASPAMPRES”
Pasukan Pengaman Presiden menangkap basah seorang lelaki bernama Luhut Panjaitan karena menyelinap masuk Istana Kepresidenan. Luhut mencoba masuk areal Istana tanpa undangan upacara peringatan HUT ke-71 RI, Rabu, 17 Agustus 2016.
Meski namanya Luhut Panjaitan, lelaki ini bukan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim. Ia adalah Luhut L. Panjaitan. "Saya anak angkat Jenderal Yasin, anggota kehormatan Brimob," klaim Luhut di pos Paspampres dekat Istana Merdeka.
Berdasarkan pantauan T***o, Luhut tampak mondar-mandir dan sempat melarang wartawan mengambil foto dirinya. Ia seolah gelisah dan panik saat ditangkap Pasukan Pengaman Presiden.
Berdasarkan keterangan Pasukan Pengaman Presiden, Luhut mencoba menyelinap di antara para tamu. Ia mengenakan pakaian dinas jenderal polisi bintang 1. Namun, ia tidak mengenakan topi dinas polisi, melainkan baret. Itu pun bukan baret Brimob yang berwarna biru.
Seorang saksi mengatakan Luhut tertangkap saat berada di dekat tenda tamu dekat Istana Merdeka. Adapun yang mengamankan lelaki itu pertama kali adalah asisten pribadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Ia sempat bolak-balik, mencoba menghindar," ujar salah satu awak media yang melihat langsung kejadian itu.
Meski ada kejadian itu, prosesi upacara tetap berlanjut.
“ MENYUSUP KE BARISAN UNDANGAN UPACARA DI ISTANA, JENDERAL GADUNGAN DIAMANKAN ”
Seorang jenderal polisi gadungan berpangkat Brigjen diamankan Paspampres. Sebabnya, polisi gadungan itu menyusup ke barisan undangan di Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka.
Awalnya, pria yang berperawakan gempal itu datang ke Istana Merdeka dengan mengenakan atribut lengkap, Rabu (17/8/2016). Dia mengenakan seragam polisi dengan pangkat bintang satu dan juga baret brimob warna biru. Di dadanya, tertulis nama Luhut L Panjaitan.
Luhut sudah berhasil masuk ke barisan tamu undangan. Namun tak lama kemudian, Paspampres langsung menghampirinya.
Paspampres menanyakan undangan dan identitas Luhut. Ternyata, Luhut tak mempunyai undangan untuk menghadiri upacara. Dia pun tak memiliki kartu keanggotaan polisi.
Paspampres langsung menggelandang Luhut ke sebuah tenda yang berada di belakang Istana Merdeka. Pemeriksaan intensif langsung dilakukan.
"Saya ini warga kehormatan. Saya anak angkat Jenderal Yasin," kata Luhut setengah berteriak sebelum diperiksa Paspampres.
Demikianlah Artikel Polda Klarifikasi Luhut Bukan Penyusup dan Jenderal Gadungan, Ia Diamankan Karena Salah Kostum.
Sekianlah artikel Polda Klarifikasi Luhut Bukan Penyusup dan Jenderal Gadungan, Ia Diamankan Karena Salah Kostum. kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Polda Klarifikasi Luhut Bukan Penyusup dan Jenderal Gadungan, Ia Diamankan Karena Salah Kostum. dengan alamat link https://salambagi.blogspot.com/2016/08/polda-klarifikasi-luhut-bukan-penyusup.html